test

test

Leave a comment »

Killing a time

Orang-orang lalu lalang, berjalan ke sebelah kanan, ke kiri, berbalik ke kiri, atau berbalik ke kanan, sesekali ada yang berjalan tergesa, beberapa dari mereka mengandeng anak-anak mereka yang manis, tertawa-tawa. Beberapa dari mereka menangis merengek-rengek meminta sesuatu pada bundanya.

Pasangan-pasangan saling bergandengan, merangkul mesra dan bertatapan penuh cinta. Aku tak tau apa itu sungguh tatapan penuh cinta atau nafsu belaka. Beberapa mereka berjalan menunduk-nunduk, sambil membaca gadget ditangan mereka yang dengan lihai dioperasikan.

Dua orang berbaju hitam-hitam dengan topi putih seperti topi tentara berjalan mondar-mandir, tangan mereka memegang sebuah handy talky disebelah kanan dan tongkat pemukul disebelah kiri. Gayanya sungguh benar seperti seorang tentara.

Seorang gadis kecil, berambut cepak, berbaju pink bunga-bunga berlari-lari disekitarku, sesekali ia mengelilingi mejaku dan tiba-tiba saja berhenti disamping aku duduk. Memandang layar netbook , seperti tertarik dengan apa yang sedang aku ketik. Ia melirik ke arahku malu-malu, saat kutanya “Kau mau membaca apa yang ku tulis?”. Ia tersenyum malu-malu kemudian berlari menjauh dari mejaku. Pasti, ia ingin tahu apa yang kutulis. Dan sekarang ia tidak tahu aku menulis tentang ia yang sedang berlari-lari di depanku, yang kemudian tertarik dengan apa yang kutulis. Berhenti sejenak di mejaku, menatap layar netbookku sambil malu-malu dan akhirnya sekarang ia sudah berlari bersenang-senang dengan seorang temannya yang bertubuh gempal. Berteriak-teriak senang, membuat ibunya yang duduk di meja sebelah beteriak-teriak jengkel.

Menghabiskan waktu di sini memang mahal, aku tak suka. Tapi bagaimana lagi, aku perlu duduk dan menunggu waktu sedikit berlalu sebelum aku kembali berjalan menuju tujuanku. Ya, hal paling menyebalkan adalah menunggu dan mengeluarkan uang lebih banyak hanya untuk membunuh waktu

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.